Showing posts with label politik aceh. Show all posts
Showing posts with label politik aceh. Show all posts

11 May 2011

Lem Baka Mencari Rincong

Ini peluang besar," kata Lem Baka, begitu tahu kalau makhluk ghaib menyerahkan orang-orang menentukan sendiri siapa yang paling layak mendapatkan rincong sakti diantara mereka. " Aku takkan lepaskan kesempatan baik ini. Apapun akan kulakukan untuk mendapatkannya." Lem Baka sangat berbirahi menggenggam rincong dan menyematkan dipinggangnya. Ia lalu berdiri di cermin kamarnya. Mulai meliat kopiahnya yang mulai pudar karena tidak pernah tercuci telungkup mereng ke kri di kepalanya. Beberapa uban mulai muncul di kepalanya. Ia melihat baju yang ia kenakan. merapikan sedikit di bagian leher dengan kedua tanagnnya. Berpindah ke perut. Sedikit berisi, mungkin seperti perempuan hamil 4 bulan. Lalu ia memegang sisi kanan pinggangnya, dan ternyenyum. Hayalnya mulai terbang, andai rincong itu tersemat di sini. "Aku harus mendapatknnya!"

Lem Baka punya segala yang diperlukan untuk mendapatkan rincong sakti itu, kecuali kejujuran. Ia adalah lelaki paruh baya yang bisa menikah kapan saja ia mau. Dalam diari pribadinya sudah tertera lima perempuan yang penrha ia nikahi di depan penghulu. Beberapa perempuan yang "dinikahi" secara khusus senagja tidak disebutkan di sana. Lem Baka punya semua apa yang diperlukan orang yang bersimpati padanya, kecuali keikhlasan. Ia bisa memberikan apapun yang dibutuhkan asal niatnya tercapai dan mimpinya terwujud. Ia akan berikan tiga kali lipat lebih banyak dari orang lain. Inilah yang membuat orang berlulut di kakinya.

Dengan modal inilah, Lem Baka memanggil empat anak buah terbaiknya. "Aku mau rincong sakti itu menjadi milikku." Keempat temannya segera sadar, itu bukan sebuah keluhan, curhat, pemberitahuan, atau mimpi di siang bolong. Itu adalah perintah!! Ya, perintah. Lima thau sudah mereka mendampingi Lem Baka. Mereka tahu passti mana yang perintah, maka larangan, mana ajakan, maka cemoohan, dan mana kesih sayang (yang terakhir ini baru dua kali terjadi dalam lima tahun terakhir). Mereka sudah sangat hafal, bahkan mereka juga hafal arti sorotan mata Lem Baka, arti lidah yang dijulurkan ke luar, dan arti dengusan hidungnya. sebab mereka dibayar oleh Lem Baka untukmelakukan itu.

Tapi ini sesuatu yang berat. bahkan nyaris tidak mungkin. Mereka sangat kenal dengan Lem Baka. Meraka tahu seperti apa perangainya, setinggi apa nafsunya, sebulus apa strateginya, seburuk apa niatnya. Merea tahu persis. Namun mereka juga tahu kekejaman Lem Baka. Tidak mungkin mengatakn niatnya mendapatkan rincong suatu hal yang buruk dan absurd, apalagi mengajaknya memabatlkan niat itu. Bisa jadi dapur mereka berhenti mengobarkan asap. Bagaimana istri dan anak mereka dapat makan? Tapi ini benar-benar sulit.

Lem Baka tahu apa yang mereka pikirkan.Sebab iapun sadar "siapa" dirinya selama ini dan apa yang sudah dilakukan. Namun sematan rincong di pinggang kanan sungguh sangat ia dambakan. Dan ia akan melakukan apapun agar keinginan itu terwujud. Dan ia akan menghancurkan siapapun yang menghalangi keinginannya. Namun ia juga sadar, ia tidak sepenuhnya bisa mewujudkan mimpinya. Ada hal lain yang lebih menentukan yaitu semua orang harus merasa ia memang patas mendapatkanya. Jadi satu-satuya cara unutk itu adalah membangun citra diri, menunjukkan ia seorang yang peduli, mengatakan ia adalah teladan yang patut diikuti. Dan ia hanya punya waktu satu bulan unutk melakukannya.

Minggu lalu misi ini mulai dilaksanakan. Ia memimpin ritual di rumah ibadah yang ia tidak pernah berkunjung ke sana selama ini. Ia mengkampanyekan iman mayoritas dan melarang interpretasi berbeda tentang keyakinan dengan berbeda dengan mayoritas. ia mulai berkunjung kepada kelompok-kelompok pemegang otoritas agama. Ia mulai peduli pada mereka yang membutuhkan. Ia mulai mudah membuka dompetnya dan memberikan uang kepada siapa yang meminta. Tidak lupa, ia meminta seorang wartawan menuliskan apa yang dia lakukan di koran. Wartawan itu adalh temannya. Tidak ada hal buruk yang keluat dari penanya. Ia selalu menunjukkan, Lem Baka adalah dewa yang bijak. dan diantara pembaca ada yang percaya.

Tapi apakah cara ini akan membawa rincong ke pinggangnya?

Seorang yang lain, Pang Leman melakukan hal yanglebih gila

17 December 2010

Si Birah

Konon dulu, kata Lem Baka memulai kisah untuk anaknya yang akan tidur, di sebuah kampung ada seerkor ayam jago. Namanya Birah, Si Birah. Ia demikian jagonya, hingga tidak ada satupun ayam di kampung itu yang berani menantangnya. Ia punya pasukan yang kuat, punya peralatan perang yang lengkap, dan sangat canggih untuk ukuran masanya. Dengan itu semua ia menjadi sangat berkuasa. Apa yang diinginkannya akan dipenuhi oleh para pekerja, apa yang ia harapkan akan disedikan oleh budak-budak yang dimilikinya. Budaknya berasal dari bangsa bebek yang tidak banyak macam dan suka menurut.

Si Birah punya obsesi besar untuk menjadi raja di atas raja-raja lain yang ada di kampung tetangga. Apalagi konon di kampung tetangga rajanya bukan dari kalangan ayam jago. Sebagian dari bangsa burung, sebagian kambing, sebagian kerbau. Namun ia tidak peduli, ia yakin akan mengalahkan mereka semua. Karena itu ia menyiapkan berbagai perlengkapan perang untuk penyerangan kampung tetangga. Dengan kedigdayaan senjatanya, Si Birah dan pasukannya dapat menaklukkan satu persatu kampung-kampung itu. Hingga lama kelamaan ia benar-benar menjadi raja di atas raja-raja. Raja diraja.

Menjadi raja diraja membuat Si Birah merasa banyak musuh. Ia terus merasa berbagai bangsa, berbagai suku hendak menghancurkan dan merebut kekuasaannya. Ia menjadi sangat protektif menjaga kekuasaannya. Setiap orang yang dianggap melanggar hukum lantas disiksa dengan siksaan yang berat, apakah hukuman itu sesuai dengan aturan atau tidak, itu bukan masalah baginya. Ia, dengan kekuasaannya, dapat membuat hukum sendiri. Kalau ia keliru, para ulama, para cendikiawan, para cerdik pandai dan perangkat adat akan membenarkannya. Dan sejarah tentang Si Birah ditulis oleh mereka yang ada di sekitarnya.

Namun umur ayam tidaklah lama. Masa kegemilangan itu akhirnya hancur. Kekuasan Si Birah diwariskan pada anak cucunya. Namun mereka tidak sejago Si Birah. Apalagi, sebuah bangsa entah dari mana datang menyerang. Berbagai pasukan dikerahkan, berbagai senjata dikeluarkan, namun pasukan asing itu tetap tak terkalahkan. Meskipun pasukan asing itu tidak mampu menduduki kampung Si Birah, namun kekuasaan keturunan si Birah sudah hancur lebur. Mereka terpencar ke mana-mana. Hingga beberapa tahun kemudian sulit menentukan apakah Si Birah benar-benar punya keturunan atau tidak.

Pada suatu masa, kampung Si Birah dianggap terlalu lemah. Ia dianggap tidak pantas menjadi kampung dengan pemerintahan sendiri. Lantas entah ide siapa, kampung si Birah masukkan sebagai sebuah dusun kecil di dalam sebuah kecamatan yang lebih besar. Beberapa sisa pasukan Si Birah mencoba berontak. Mereka merasa di hina diturunkan derajat dari sebuah kampung menjadi sebuah dusun. Sayangnya, pasukan ini bukanlah pasukan si Birah. Lambat laun mereka takluk. Bukan takluk dalam perang, tapi menyerah di meja perundingan. Sesuatu yang jika Si Birah masih hidup pasti akan dikutuknya.Namun sayang Si Birah sudah tiada. Kini, orang-orang yang mengatasnamakan generasi penerusnya berselemak dengan jabatan, pangkat, dan kekuasaan yang diperoleh sebagai imbalan terima kasih dari bangsa lain.

Belakangan, entah dari mana mulainya, mereka bicara lagi tentang Si Birah. Konon katanya, meskipun kini bukan kampung lagi, namun perlu "Si Birah" baru. Si Birah baru tidak lagi punya kuasa untuk berperang, namun ia akan memimpin adat, mengawal budaya, menjadi panutan anak negeri. Mereka menggambarkan Si Birah demikian heroik, demikian besar, demikian agung, hingga hampir tidak ada cacat padanya. Si Birah yang dulu ayam jago biasa, sekarang terlahir dalam wujud ayam suci.

Namun nak, kata Lem Baka, ketahuilah itu hanya akal-akalan orang-orang yang hendak menjaga kekuasaannya semata.

Lem Baka bercerita dengan penuh emosi. Entah anaknya mengerti entah tidak, dia tidak peduli. Sebuah dagelan sejarah tentang Si Birah sedang berlangsung di depan mata.

Pageviews

Contributors

Search This Blog

Sehat Ihsan 2007-2015. Powered by Blogger.

5 Cara Menemukan "Masalah" Penelitian

Sepertinya tidak ada orang di dunia yang tidak ada masalah. Dari banugn tidur hingga tidur lagi orang selalu terlibat masalah. Bahkan tidu...