Showing posts with label Arab Saudi. Show all posts
Showing posts with label Arab Saudi. Show all posts

25 June 2011

Tunda Naik Haji 5 Tahun!

Ruyati yang dihukum pancung beberapa hari yang lalu hanyalah salah satu dari sekian banyak pekerja migran Indonesia yang mendapatkan kekerasan bahkan berujung pada kematian di Arab Saudi. Kita masih belum lupa peristiwa penyiksaan kepada Sumiati. Bahkan dalam daftar "tunggu" ada dua puluhan TKW lain yang akan mendapatkan perlakuan yang sama. Hukuman pancung! Apakah kita akan tetap diam dan membiarkan hukum yang zalim itu mempermalukan kita? Bayangkan kalau itu menimpa sanak kerabat anda sendiri.

Seharusnya sebagai bangsa, kita ahrus malu. Hingga saat ini tidak ada bangsa miskin manapun di dunia yang mengirimkan tenaga kerja sektor domestik ke Arab Saudi. Indonesia satu-satunya negara yang memeras perempuan berpendidikan rendah untuk mendapatkan devisa! Ini menjadi bahan ejekan dan cemoohan dari negara lain. Bagaimana mungkin sebuah negara besar menambang devisa dari darah dan keringat kaum perempuan. Apalagi itu dilakukan di Arab Saudi, negara yang terkenal di seluruh jagat tentang perilaku warganya kepada perempuan asing yang bekerja di rumahnya.

Sebagai respon atas apa yang dilakukan pemerintah Saudi terhadap warga Indonesia sudah seharusnya kita melayangkan protes besar-besaran. Menurut saya, kita harus menunda pelaksanakan ibadah haji hingga pemerintah Saudi menjamin tegaknya hukum yang berperikemanusiaan kepada pekerja migran asal Indonesia yang bekerja di sana. Kalau ini dilakukan, maka warga saudi akan bersimpuh di lutut pemerintahnya untuk segera mengabulkan tuntutan Indonesia. Soalnya, mereka akan kehilangan masa panen yang terjadi pada musim haji. Apalagi jamaah haji asal Indonesia terkenal dengan budaya belanjanya.

Apakah ini mengganggu iman umat Islam? Menurut saya tidak juga. Haji adalah kewajiban personal yang harus dilakukan kalau mereka mampu. Mampu bukan hanya masalha biaya, kesehatan, dan anak yang ditinggalkan selama melaksanakan haji. Dalam konteks modern mampu juga terkait dengan masalah diplomasi politik. Bebeda dengan zaman dahulu di mana Makkah adalah milik bersama umat Islam, sekarang Makkah adalah salah satu wilayah administratif negara Saudi. Siapapun kalau mau masuk ke sana harus memenuhi persyaratan administrasi, pun untuk beribadah. Dengan berbagai kekerasan yang dilakukan Arab kepada Indonesia, sudah saatnya kita memprotesnya. Dan protes administrasi salah satu yang memiliki bergaining yang kuat.

Jadi, kalau mau orang Indonesia yang bekerja di Saudi mendapat perlakukan yang baik, kita bisa melakukanya dengan menunda haji sampai ada perjanjian untuk memberikan pelayanan yang lebih baik pada pekerja migran kita di sana. Saya yakin pemerintah Saudi akan melakukannya. Sebab mereka akan sangat rugi jika jamaah terbesar haji dan umrah menunda keberangkatannya. Dan mereka tidak akan mau kehilangan pendapatan hanya gara-gara ulang waraganya. Mungkin, seminggu setelah protes itu, pemerintah Saudi sudah mengeluarkan pernyataan akan melindungi TKW yang ada di sana.

Bagaimana, apa anda sepakat dengan saya?

Tidak Perlu ke Arab! Harta TKI Ada di Bawah Ranjangnya

Salah satu novel paling berpengaruh di dunia adalah Alchemis yang ditulis oleh Paulo Coelho. Novel yang tidak terlalu tebal ini sudah diterjemahkan ke dalam lebih dari 40 bahasa di dunia. Meskipun kecil, novel ini diakui telah mempengaruhi visi banyak orang tentang hidup. Salah satu hal yang penting dalam novel ini adalah pandangan bahwa keinginan akan terwujud pada setiap orang yang benar-benar menginginkannya.

Novel ini berkisah tentang seorang anak muda dari Santiago yang melakukan sebuah perjalanan mencari harta karun. Awalnya, pada suatu malam, saat ia tidur di atas dipannya pada sebuah gubuk tua, ia bermimpi bahwa di sebuah tempat di sisi piramida Mesir terkubur emas besar yang bisa menghidupinya hingga sepuluh keturunan mendatang. Karena mimpi ini datang berulang kali, ia yakin ini sebagai pesan dari tuhan. Lantas ia melakukan perjalanan menuju piramida Mesir.

Dalam perjalanan ini ia berjumpa dengan berbagai macam ras, pekerjaan, sifat manusia dan berbagai pandangan alam yang jauh berbeda dengan apa yang ada di lingkungannya selama ini. Dalam perjalanannya, ia juga erhadapan dengan sebuah suku yang masih suka berperang di gurun pasir. Di sana pula ia jatuh cinta pada Fatimah, seorang anggota suku yang hidup berpindah-pindah. Dan yang paling penting adalah, ia berjumpa dengan seorang ahli kimia yang mampu mengubah logam biasa menjadi emas murni. Kemampuan ini telah dibuktikan langsung di hadapan si anak. Pun demikian, si ahli kimia tetap meneguhkan hati si anak dalam mencapai impiannya, mendapatkan harta karun di sisi piramid mesir.

Si anak yang telah menempuh perjalanan jauh, keras dan penuh perjuangan, akhirnya sampai di sisi Piramida mesir. Ia mencocokkan ciri-ciri piramida yang hadir dalam mimpinya dengan piramida yang ada di hadapannya. Setelah memastikan bahwa ia sudah sampai di tempat yang tepat, ia mulai menggali pasir untuk mencapatkan emas yang dicarinya. Saat ia kelelahan melakukan penggalian, ia didatangi oleh sekelompok perampok dan merampoknya. Sebongkah emas yang dia miliki hasil pemberian dari ahli kimia turut dirampok. Perampok menanyakan apa yang ia lakukan. Setelah si anak menjelaskan, perampok itu tertawa terbahak dan mengatakan: "Tahun lalu juga ada yang mengatakan kepadaku kalau di sebuah gubuk tua di Spanyol, dekat sebuah pohon besar yang tua, terdapat harta karun berupa emas permata yang banyak." Si anak terkejut. Rumah yang dikatakan si perampok adalah gubuknya di Spanyol. Ia bergegas pulang, dan mendapatkan emas seperti yang dikatakan si perampok.

***

Cerita ini, menurut saya, relevan dengan apa yang terjadi dengan fenomena TKI saat ini. Para TKI pada dasarnya adalah "anak lelaki" yang bermimpi bahwa di luar negeri sana ada sebuah harta karun yang tertimbun dalam bentangan pasir. Mereka begitu yakin dengan "mimpi" ini setelah melihat beberapa tamannya pulang membawa harta tersebut. Dengan susah payah, mereka berusaha datang ke sana. Sebagian ke Malaysia, sebagian ke Saudi, ke Hongkong, Taiwan, Singapura dan lain sebagainya. Tujuannya sama saja, mewujudkan mimpi mendapatkan "harta karun" di luar negeri sana.

Untuk tujuan ini mereka berani menghadapi berbagai tantangan dan rintangan, melintasi benua, dan yang paling berat menghadapi resiko mendapatkan kekerasan dari majikannya. Ruyati, buruh migran dari Indoensia yang dihukum pancung di Saudi beberapa waktu yang lalu adalah satu diantara mereka yang ingin menjemput mimpinya. Di sana ada ratusan dan bahkan ribuan Ruyati yang lain yang juga memiliki niat yang sama. Mereka meninggalkan kampung halamannya dan pergi ke kampung halaman orang lain. Bekerja, berusaha, berjuang, dan bahkan "berperang" mempertaruhkan nyawa untuk mewujudkan mimpi itu.

Pertanyaannya, apakah harta karun itu ada di luar negeri atau ada di bawah ranjangnya sendiri? Saya adalah orang yang percaya kalau harta karun ada di bawah ranjang sendiri, seperti yang dikisahkan oleh Coelho dalam novel di atas. Namun harus kita akui pula bahwa harta karun itu tidak bisa diperoleh tanpa sebuah kompetensi, skil dan kemampuan melihat realitas yang ada. "Hartamu ada di mana hatimu ada" kata Coelho dalam novel itu. Dan untuk mendapatkannya harus ada sebuah keinginan kuat. "Jika kau benar-benar menginginkan sesuatu, maka alam semesta akan bahu mambahu mewujudkan keinginanmu," katanya.

Mungkin, di sinilah peran pemerintah. Menunjukkan bahwa "di bawah ranjang" para TKI terdapat harta karun yang besar, yang bisa menghidupi mereka tujuh turunan. Untuk mendapatkan harta itu, pemerintah harus melatih, belajar, meningkatkan skil, kompetensi, dalam berbagai bidang. Sebab tanpa ini semua, harta karun itu akan diambil orang dan dimanfaatkan untuk kepentingannya. Bahkan bisa jadi harta itu tidak bermanfaat untuk ia sendiri meskipun berasal dari bawah ranjangnya. Pemerintah harus menunjukkan bagaimana harta itu biasa diambil, dan bagaimana harta itu dipelihara agar terus dapat menghidupinya.

Pageviews

Contributors

Search This Blog

Sehat Ihsan 2007-2015. Powered by Blogger.

5 Cara Menemukan "Masalah" Penelitian

Sepertinya tidak ada orang di dunia yang tidak ada masalah. Dari banugn tidur hingga tidur lagi orang selalu terlibat masalah. Bahkan tidu...