Trik Pertama: Cintailah Sebuah Topik Ilmu
Ada pepatah mengatakan, “tak kenal maka tak sayang.” Jika tidak mengenal suatu bidang, kita tidak akan tahu masalah apa yang ada di dalamnya. Untuk menemukan masalah penelitian, cobalah mencintai sebuah topik ilmu.
Misalnya, jika kamu kuliah di Fakultas Ekonomi, bidang apa yang paling kamu sukai? Perbankan, ekonomi makro, mikro, ekonomi Islam, ekonomi kerakyatan, dan sebagainya.
Kemudian, pilih lagi bidang yang lebih spesifik. Misalnya, jika kamu tertarik pada ekonomi Islam, kamu bisa fokus pada perbankan syariah, zakat, wakaf, dan lain-lain. Jika kamu di FISIP dan tertarik pada jurnalistik, pilihlah bidang seperti penulisan, reporter, atau investigasi.
Jika kamu sudah memilih bidang tersebut, cintailah seperti kamu mencintai dirimu sendiri. Indikatornya sederhana: kamu bisa membicarakan topik itu berjam-jam tanpa kehabisan bahan, dan mampu menganalisis berbagai hal dengan perspektif ilmu tersebut.
Ketika sudah sampai tahap ini, kamu akan lebih mudah menemukan “masalah” yang bisa dijadikan topik penelitian.
Trik Kedua: Diskusi dengan Ahlinya
“Ahli” tidak harus sempurna, tetapi ia memahami bidangnya dengan baik. Ajaklah orang seperti ini berdiskusi secara mendalam tentang apa yang mereka pikirkan dan rasakan.
Diskusi semacam ini bisa membantu kamu memahami suatu bidang lebih cepat dibandingkan hanya membaca buku.
Semakin banyak orang yang kamu ajak berdiskusi, semakin banyak perspektif yang kamu dapatkan. Dari sana, kamu juga akan mulai melihat berbagai “kelemahan” dalam bidang tersebut. Hal ini akan memudahkanmu menentukan masalah penelitian yang ingin kamu angkat.
Trik Ketiga: Dengarkan Komentar Pengamat
Saya pribadi bukan penggemar “pengamat”. Di negara kita, pengamat seolah ada di mana-mana—mengamati politik, hukum, parlemen, anggaran, olahraga, fashion, dan banyak lagi. Terkadang, pengamatan mereka tidak selalu cermat atau konsisten. Namun, media tetap menyukainya karena masyarakat juga tertarik.
Meski demikian, saya mengakui bahwa banyak pengamatan mereka bisa menjadi sumber inspirasi penelitian.
Jika kamu ingin menemukan masalah penelitian, cobalah mendengarkan komentar para pengamat di bidang yang kamu minati. Misalnya, jika kamu tertarik pada ilmu politik, dengarkan analisis para pengamat politik. Beberapa pendapat mereka bisa memicu ide penelitian.
Setelah itu, kembangkan dengan membaca buku-buku yang relevan
Trik Keempat: Mengamati dan Mengkritisi Kehidupan Sosial
Mengeluh memang tidak baik, tetapi jika dilakukan dengan cara yang tepat, hal itu bisa menjadi pintu masuk untuk menemukan masalah penelitian.
Coba refleksikan:
Apakah kehidupan kita sudah berjalan dengan benar?
Apakah kondisi sosial di sekitar kita sudah ideal?
Apakah sistem dalam masyarakat sudah berjalan sebagaimana mestinya?
Kemungkinan besar, jawabannya adalah “belum”.
Dari situ, tanyakan kembali: mengapa belum? Bagaimana seharusnya?
Jawaban atas pertanyaan “seharusnya” inilah yang bisa diformulasikan menjadi masalah penelitian. Hubungkan dengan teori dalam ilmu pengetahuan, baca literatur terkait, diskusikan dengan teman atau dosen, lalu mulai menulis.
Trik Kelima: Bacalah “Saran” dalam Penelitian Orang Lain
Bagian terakhir dari sebuah karya ilmiah biasanya adalah “saran”. Idealnya, bagian ini berisi rekomendasi bagi peneliti selanjutnya berdasarkan kelemahan penelitian yang telah dilakukan.
Sayangnya, tidak semua penulis memanfaatkannya dengan baik. Terkadang, bagian saran justru diisi dengan rekomendasi praktis yang kurang relevan dengan pengembangan penelitian.
Padahal, jika ditulis dengan baik, bagian ini justru menyimpan banyak “celah” penelitian.
Jika kamu tertarik pada suatu topik yang sudah diteliti orang lain, bacalah bagian saran dengan cermat. Di sana, kamu bisa menemukan ide untuk melanjutkan, memperdalam, atau bahkan membantah hasil penelitian sebelumnya dengan data baru.
Sebagai tambahan, semua trik di atas hanya akan efektif jika kamu rajin membaca. Tanpa membaca, akan sangat sulit menemukan masalah penelitian.
Jadi, kuncinya adalah: membaca, membaca, dan membaca.
Itulah lima trik menemukan masalah penelitian.
Sekarang, apakah kamu sudah menemukan masalah penelitianmu? Kalau belum, mungkin kamu perlu lebih banyak membaca… dan sedikit berdoa 😊

terima kasih infonya.....
ReplyDeletesangat menarik dan bermanfaat.....
mantap..
Assalamualaikum bapak sehat?
ReplyDeleteIni saya Andri Saputra. Di jurusan Sosiologi Agama.
kalau misalnya kita di jurusan sosiologi agama apa bidang ilmu yang lebih spesifik yang mudah untuk kita teliti?? (Untuk peeliti pemula), kalau misalnya pembahasan yang paling kita sukai itu mengenai dengan keterbelakangan, kemiskinan, ataupun lebih ke permasalahan realitas sosial masyarakat. begitu bapak...
Mohon maaf admin Blog, saya minta email atau kontak anda, ingin konsultasi dan tanya2
ReplyDeleteTerima kasih sudah berbagi. Say masih mengalami masalah untuk mencari "masalah". Saya bergerak di Desain Grafis dan tidak menemukan apapun sebagai jalan keluarnya.
ReplyDelete